Bogor Kesulitan Cari Lahan Hijau

Kamis, 14 Agustus 2014

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku kesulitan mencari lahan untuk memenuhi syarat 30 persen bagi ruang terbuka hijau (RTH). Penyebabnya, lahan di Kota Bogor sudah dipadati permukiman penduduk, pusat belanja, sekolah, perkantoran, dan sebagainya.

“Tidak mudah di tengah keterbatasan lahan," kata Arya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin kemarin. Saat ini Kota Bogor baru memiliki 13 persen atau setara dengan 1.540,5 hektare dari wilayah Kota Bogor yang luasnya 11.850 hektare.

Padahal Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mensyaratkan RTH di wilayah kota paling sedikit 30 persen. Meski Bima bertekad menghijaukan Kota Hujan itu, dia tidak bisa berjanji bisa  meningkatkan penambahan lahan menjadi 30 persen.

Menurut Bima  selama kepemimpinannya dia menargetkan meningkatkan persentase perolehan RTH hingga mencapai 15 persen. “Paling tidak, pada masa kepemimpinan saya tambah 2-3 persen," katanya. Untuk mewujudkannya, tahun depan dia akan mengalokasikan anggaran buat RTH. Agar RTH yang ada tidak berkurang, dia menyatakan akan  merawat.

Bima  juga berencana mengalokasikan bank tanah (land banking) dengan meminta warga dan pelaku bisnis  memperhatikan ruang hijau di dalam kawasannya. "Seperti roof garden di mal, serta taman-taman di sekolah dan tempat usaha," katanya.

 

Bima menyatakan  telah membuat larangan pembangunan mal dan hotel di tengah kota. Pembangunan pusat belanja dan peristirahatan akan diarahkan ke pinggir kota, seperti Bogor Utara dan Bogor Barat.

 

"Moratorium itu keputusan wali kota. Kami sedang susun dan akan menerbitkan Perwali, Peraturan Wali Kota," katanya. Dengan peraturan ini dia  berharap mampu mengamankan daerah reservasi di tengah kota. "Di dalam RTRW  kami belum aman karena masih memungkinkan pembangunan hotel dan mal di tengah kota."

Setelah dilantik pada Februari lalu, Bima telah menjanjikan akan membuat Bogor sebagai kota taman untuk mengubah citra sebagai kota angkot. Caranya, menargetkan pembangunan sepuluh taman dalam waktu dekat. "Kami sudah survei dan ada sepuluh titik yang bisa dibangun," katanya. (Koran Tempo)

intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.