Bima Arya Janji Atur Angkot

Jumat, 04 April 2014

Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya Sugiarto berjanji membuat tiga terobosan untuk mengatasi kemacetan di kota yang akan dipimpinnya per 7 April nanti. Satu di antaranya adalah pembatasan jumlah kendaraan umum dan angkutan kota.

 

"Kemacetan di Kota Bogor yang sudah sangat parah ini harus diatasi secara keseluruhan, bukan hanya kemacetannya," kata Bima.

Bima mengakui kemacetan lalu lintas menjadi menu yang semakin diakrabi warga Bogor. Itu sebabnya dia memilih tiga terobosan yang mencakup pemantauan pergerakan kendaraan, pergerakan orang, dan perbaikan jalan rusak. "Jika tiga hal ini kami pantau bisa mengatasi kemacetan di Kota Bogor," kata dia.

Pembatasan angkutan kota ada pada poin pengawasan pergerakan kendaraan. Bima mengatakan, banyak armada angkutan umum yang sudah tidak layak juga selain trayek yang saling bertumpuk. Dia sudah siap menginstruksikan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan setempat untuk mengkaji kembali angkutan kota yang jumlahnya sudah mencapai 3.420 unit. “Jika nanti hasilnya hanya ada 1.500 unit angkot yang layak, kami akan mencari solusi lanjutan seperti apa nantinya angkot yang tidak layak ini," kata dia.

Pendekatan kedua adalah memantau pergerakan orang, yang dianggapnya juga menjadi penyebab kemacetan. Rencananya adalah memecah konsentrasi pergerakan pejalan kaki, sehingga tidak menumpuk di satu titik, seperti stasiun, terminal, atau pusat belanja tertentu.

Terobosan lain yang dirancangnya terkait dengan masalah infrastruktur jalan dan tata ruang kota. Khusus yang terakhir, Bima sadar mesti bekerja sama dengan pemerintah pusat dan provinsi. Tapi, di luar jalan milik provinsi dan nasional, dia berjanji akan memperbaiki jalan rusak sesegera mungkin. (Koran Tempo)