Parkir, Masalah Besar Kebun Raya Bogor

Selasa, 23 Mei 2017

Ketersedian lahan parkir merupakan masalah terbesar kini bagi Kebun Raya. Jika ini dibiarkan, maka yang rugi tidak saja para pengunjung Kebun Raya, juga warga Bogor karena akan makin terganggu dengan kendaraan yang memenuhi sekitar areal Kebun Raya.

Menurut Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor Didik Widyatmoko, kemacetan lalu lintas sebagai masalah besar yang kini dihadapi taman botani itu.

Kemacetan tersebut, katanya, karena  sekeliling kebun raya dijadikan areal parkir bus pengunjungnya. Bus bus parkir di bahu jalan.

Didik mengaku posisinya dilematis karena tidak bisa melarang parkiran di bahu jalan itu. Kebun Raya Bogor, kata dia, tak memiliki area parkir khusus. Dampak kemacetan pun semakin terasa setelah Pemerintah Kota Bogor menerapkan sistem satu arah. “Lahan parkir pengunjung yang pernah disepakati di atas tanah milik IPB tak lagi bisa digunakan,” kata Didik. Menurut dia, kebutuhan parkir ini telah menjadi masalah yang sangat serius. Pada akhir pekan, pengunjung Kebun Raya mencapai hingga 10 ribu.

Bulan ini Kebun Raya berusia 200 tahun.

Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto, menyatakan telah membicarakan masalah parkir dengan Wali Kota Bogor Bima Arya serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui sekretaris jenderalnya, Anita Firmanti.  Keduanya, kata Bambang, berkomitmen memberikan bantuan.

Pemerintah Bogor, kata Bambang, bersedia mengubah peruntukan bangunan pasar di seberang kebun raya menjadi kantong parkir. Izin pakai bangunan itu yang dipegang pihak swasta akan habis pada tahun ini. Ada lokasi lain yang dibidik untuk peruntukan sama. Bambang menyatakan telah akan minta bantuan Kementerian membangunkan fasilitas parkir dua lantai. (ris)