Akhirnya Penambangan Liar Pongkor Ditutup

Minggu, 20 September 2015

Sebanyak 2.799 aparat keamanan gabungan menutup 686 lubang penambangan emas liar di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, kemarin. Jumlah personel yang amat besar tersebut membuat para penambang emas liar atau gurandil tak ada yang berani melawan.

Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, yang sebelumnya dipadati ribuan gurandil dan pekerja pengolahan bongkahan tanah mengandung emas, kemarin tampak sepi. Tak tampak para gurandil yang biasaya berseliweran di kampung yang paling dekat dengan kawasan Gunung Pongkor ini. Kampung itu terlihat dipadati ribuan aparat keamanan.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, mengatakan operasi penutupan melibatkan antara lain  Kepolisian Daerah Jawa Barat, Brigade Mobile Polda Jawa Barat, Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, dan Tentara Nasional Indonesia.

Penutupan secara besar-besaran, kata dia, dilakukan untuk membersihkan penambangan liar dari para bandarnya hingga ke pekerja lapisan paling bawah. Menurut Suyudi, sejak tambang itu beroperasi pada 1993 di bawah PT Antam, operasi pembersihan terhadap para gurandil tidak berhasil. “Karena hanya melibatkan puluhan aparat kepolisian,” kata dia. Untuk membersihkan total, masalah ini dibahas di tingkat pusat. “Kegiatan ini mendapat dukungan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Polri, Kepala Polda Jawa Barat, dan Menteri BUMN.”

Sebanyak 22 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelas orang sebagai gurandil, dan sebelas lainnya penadah. Dari tangan pelaku disita uang tunai Rp 500 juta, ratusan gram kepingan emas, puluhan buku rekapan, dan sejumlah mangkuk untuk pengolahan emas. “Setiap tahun kerugian yang diderita PT Antam sekitar Rp 1 triliun,” kata dia. (Tempo)

intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.