Demi Jokowi, Jam Tutup Pasar Dimajukan

Jumat, 08 Mei 2015

Setelah melakukan sejumlah penataan di sekitar Istana Bogor, Pemerintahan Kota Bogor kini akan segera menertibkan waktu berjualan para pedagang di Pasar Bogor, pasar yang letaknya persis di depan Kebun Raya Bogor dan dekat Istana Bogor.

Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, jika sebelumnya waktu berjualan para pedagang  berakhir paling cepat pukul  08.00, maka  kini pukul 06.00  mereka sudah selesai berjualan. Waktu  berjualan, adalah mulai pukul 21.00 sampai pukul 06.00.

Menurut Bima Arya agar para pedagang tahu  jam jualan mereka akan berakhir, setengah jam sebelum pukul 06.00 akan dibunyikan sirene oleh satuan polisi Pamongpraja. “Setelah itu  petugas kebersihan akan melakukan pembersihan ,” kata Bima.

Selama ini tidak ada aturan yang pasti bagi pedagang  waktu bukan dan selesai mereka dalam membuka lapak. Para pedagang rata-rata berjualan sejak pukul 22.00  dan berakhir bahkan pukul sembilan pagi. Akibatnya, saat jam kerja, sekitar pukul 07, jalan di depan Pasar Bogor, yakni Jalan Suryakencana  macet.

Areal Pasar Bogor terhitung sebagai salah satu tempat termacet di Bogor. Kemacetan tak hanya di depan Pasar Bogor, Jalan Suryakencana,  tapi juga hingga tugu Kujang. Ratusan angkot setiap hari ngetem di sepanjang jalan di depan pintu masuk Kebun Raya hingga menuju Tugu Kujang. Ratusan pedagang yang memenuhi jalan-jalan itu  membuat jalan sekitar Pasar Bogor menyempit dan membuat mobil tak bebas lalu lalang.

Langkah penertiban jam jualan pedagang  Pasar Bogor tak lepas dari kehadiran Presiden Jokowi yang memilih untuk tinggal di Istana Bogor. Sebelumnya, sejumlah penertiban sudah dilakukan Pemerintah Kota Bogor berkaitan dengan hadirnya orang nomor satu di Indonesia tersebut di Bogor.

Penertiban itu, antara lain, menata para pedagang dan becak yang berada di sekitar Istana Bogor hingga memajukan jam masuk pelajar yang sebelumnya pukul 07.00 menjadi pukul 06.30

Penataan jam jualan pedagang Pasar Bogor disambut gembira warga Bogor, khususnya yang kerap melintas di sana. “Jalan Suryakencana adalah jalan yang selalu macet, mudah-mudahan dengan cara ini akan menjadi lebih lapang,” kata Rosi, karyawati perusahaan tas yang kerap melintasi jalan itu jika pergi ke tempat kerjanya.

Menurut dia, yang penting adalah pengawasan. “Mesti ada petugas yang terus menerus memantu dan menghardik para sopir angkot yang sembarangan ngetem dan bikin macet,” ujarnya. (rip)