Diancam Interpelasi, Nyali Wali Kota Bogor Ciut

Minggu, 15 Februari 2015

Digalang antara lain oleh Fraksi PDIP dan Gerindra, Bima Arya memilih minta maaf. Puncak dari "ketidaksukaan"  sejumlah fraksi terhadap Bima yang memilih jalan sendiri untuk melaksanakan tugasnya sebagai wali kota.

Bima Arya rupanya gentar menghadapi DPRD Kota Bogor. Setelah sejumlah fraksi mengancam akan melakukan interpelasi terhadap dirinya, Bima Arya meminta maaf. Dipastikan permintaan maaf ini bakal menghentikan langkah pengajuan interpelasi yang digagas sejumlah fraksi.

Permintaan maaf Bima itu disampaikan dalam rapat pimpinan DPRD dan fraksi yang dilangsungkan Kamis tengah malam kemarin. Selain Bima hadir dalam rapar itu Usmar Hariman, wali kota Bogor.

Dalam forum itu berkali-kali Bima minta maaf dan menyatakan kisruh yang terjadi karena komunikasi politik yang tak jelas. Pernyataan yang menunjuk dirinyalah yang salah.

Gesekan Bima dengan DPRD berawal dari kisruh pembebasan lahan untuk Pasar  Jambu Dua. Bima dinilai  bertindak sendirian dalam pembebasan yang memakan biaya puluhan miliar rupiah itu. Hal lain juga soal pergantian direksi PD Pasar Jaya yang disebut, oleh DPRD, janggal. DPRD menilai Bima selama ini kerap mengabaikan masukan dari DPRD.

Terhadap itu semua sejumlah anggota DPRD yang diwakili partai PDIP, Hanura, Golkar, dan Gerindra menggalang hak interpelasi. Bima sendiri berasal dari partai PAN yang di DPRD jumlahnya minim. Dengan syarat diajukan 7 anggota dan lebih dari satu partai. Hal yang sangat mudah.

Permintaan maaf Bima itu sekaligus menunjukkan Bima akhirnya memang tak berdaya dengan tekanan politik. Sejumlah warga Bogor, yang peduli dengan Bogor, melihat gesekan Bima dengan DPRD yang kemudian mengajukan hak interpelasai sebagai puncak kejengkelang DPRD yang merasa diabaikan Bima.

"Jika Bima merasa benar semestinya tak perlu maaf, jalan terus. Toh ia menang karena didukung dan dipilih warga Bogor bukan anggota DPRD," kata  Bramsah, warga Indraprasta. Ia meminta Bima melakukan sesuatu yang membuat warga Bogor betul-betul melihat ada yang dilakukan Bima. "Sayangnya selama ini nggak kelihatan," katanya. (sba)