Waduh, Harga NJOP di Enam Tempat Bogor Naik Tahun Depan

Kamis, 13 November 2014

Pemerintah Kota Bogor akan menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) tanah hingga 200 persen pada enam kawasan yang bersentuhan dengan jalan protokol pada tahun depan. Paling tinggi di Jalan Pajajaran.

Menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor, Daud Daerah, kenaikan itu dikarenakan NJOP di kawasan tersebut terlalu rendah jika dibandingkan dengan harga pasaran tanah.

Selama ini lahan di ena, kawasan itu sudah tinggi dibanding tempat lain. Ke enam daerah itu adalah Jalan Raya Pajajaran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Soleh Iskandar, Jalan Ahmad Sobarna, dan Jalan Pahlawan.

Kenaikan pajak di wilayah itu, menurut Daud, tidak bisa dihindarkan karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat yang terjadi di sana. "Dampak pertumbuhan pembangunan dapat menaikkan harga jual tanah dan perekonomian masyarakat," ujarnya. Kenaikan pajak, ia menyatakan, juga merupakan upaya dari Pemerintah Kota untuk menaikkan pendapatan asli daerah. Tahun ini PAD Kota Bogor Rp 413,2  miliar.

Daud menunjuk dasar hukum kenaikan itu, yakni, Perda tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Perda No.2/2012) dan UU tentang Pajak. Menurut Undang-undang, Pemerintah bisa menaikkan pajak  NJOP dalam waktu tiga tahun dan kenaikan itu dilakukan secara bertahap.

Kenaikan yang paling tinggi terjadi pada lahan di Jalan Pajajaran. Dari yang sebelumnya Rp 3 juta per meter persegi, naikmenjadi Rp 6 juta. Hingga sekarang pasaran tanah di daerah Pajajaran sendiri per meter persegi mencapai Rp 15 juta.

Adapun Jalan Sudirman, dari yang kini Rp 2,5 juta NJOP-nya, tahun depan menjadi Rp 5 hingga 7,5 juta. Jalan Ahmad Yani yang kini antara Rp 1,6 juta-Rp 2,5 juta, akan naik menjadi antara Rp 2-3 juta. Jalan Ahmad Sobana yang kini nilai NJOP-nya Rp 1,8 juta akan naik menjadi Rp 3,6-5,4 juta. Ada pun jalan Soleh Iskandar, yang kini Rp 1 juta, tahun depan NJOPnya menjadi antara Rp 2-3 juta.

Dibanding Kabupaten Bogor, Kota Bogor PAD-nya memang menggantungkan pada pajak-pajak semacam ini. Ada pun kabupaten Bogor, karena banyak industri, maka pendapatan asli daerah banyak pula disumbang dari sektor ini.

Kenaikan NJOP ini ada yang menyambut gembira ada yang mempertanyakan. "Pajak akan lebih mahal bayarnya," ujar seorang pemilik lahan di Jalan Soleh Iskandar. Ia berencana akan menjual lahannya jika tahun depan NJOP itu naik. "Saya akan pindah mencari tempat tinggal dengan lahan lebih luas, kalau naik pasti berat bayar PBB-nya,"  ujar pria yang menyebut lahan yang ditempatinya itu, sekitar 200 meter,  merupakan warisan orangtuanya. (rit)