Selasa, 13 November 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

MOS Bawa Korban

  • PDF

Masa Orientasi Siswa Baru membawa korban lagi. Kali ini yang tewas adalah Anindya siswi baru SMKN 1 Pandak Bantul.  Ia  meninggal saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) pada Jumat, 19 Juli 2013. Menurut salah satu kakak kelasnya, yang menjadi panitia MOS, Dion, hari itu merupakan penutupan kegiatan MOS.


Kematian Anindya menimbulkan reaksi keras para orangtua yang meminta sekolah menghentikan kegiatan tersebut. Di Jakarta Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyebut kepala sekolah adalah pihak yang paling bertanggung-jawab.  "Harus ada investigasi atas kematian itu," kata Nuh.


Kepada wartawan kata Kepala Humas Kemendiknas Ibnu Hamad menyatakan sedang dilakukan penyelidikan atas kasus itu.
Menurut sejumlah siswa, kejadian itu Anindya pingsan saat menuju barisan. Panitia membawanya ke Unit Kesehatan Sekolah dan kemudian ke rumah sakit. Dalam perjalanan itulah ia meninggal.


Menurut seorang siswa, saat itu menjelang latihan baris-berbaris, ada 20 siswa baru tidak memakai kaos olah raga. Anindya dan teman-temannya itu dihukum melakukan squat jump sepuluh kali. Anindya tidak kuat .  Ia lalu diperintah kembali masuk barisan dan saat itulah pingsan.


Musibah ini membuat orangtua meminta sekolah untuk berhati-hati. Pihak Dinas Pendidikan juga menyatakan sekolah mesti mengawasi MOS dan memiliki data kesehatan siswa. Anindya disebut memang memiliki riwayat penyakit yang membuat tubuhnya kerap sempoyongan.

Biaya Kuliah Semakin Mahal

  • PDF


Bogorkronik.com –Pemerintah memiliki tugas berat dan mendesak untuk menurunkan biaya kuliah. Sebab dari sejumlah studi agen pengirim mahasiswa kuliah keluar negeri, biaya kuliah di Indonesia hampir sama bahkan lebih mahal dibanding negara maju sekalipun. Tak ayal eksodus kuliah ke luar negeri kian menggeliat.

Di antara agen pengirim mahasiswa kuliah ke luar negeri yang melansir hasil studi biaya pendidikan lintas negara adalah Go Deutschland. Lembaga atau agen ini khusus mengirim calon mahasiswa untuk tujuan kuliah ke Jerman.

Selanjutnya...

Presiden Hadiri Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan Kepada Taufiq Kiemas

  • PDF

 

Bogorkronik.com - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono turut menghadiri undangan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas yang menerima pengukuhan penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari Universitas Trisakti, di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (10/3).

Presiden datang bersama Wakil Presiden RI Boediono dan sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dan sejumlah anggota DPR RI.

Gelar ini diberikan karena Universitas Trisakti menilai Taufik dalam jabatannya telah melahirkan gagasan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia, sehingga nilai tersebut dapat dipahami oleh para pejabat negara dalam berbangsa dan bernegara.

Rektor Universitas Trisakti, Thoby Muthis mengungkapkan empat pilar kebangsaan merupakan norma yang harus diimplementasikan secara berkelanjutan bahkan di dalam kampus.

“Empat pilar kebangsaan adalah suatu perangkat nilai dan suatu norma yang perliu diimplementasikan secara berkelanjutan, kami segenap civitas akademika Universitas Trisakti berkomitmen untuk terus menggelorakan empat pilar dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Thoby Mutis dalam keterangan persnya.

Menurutnya, fakta keanekaragaman hayati, agama, budaya, bahasa dan etnis yang merupakan modal kekuatan bangsa terancam hilang. Keteledoran dalam merawatnya bisa melemahkan pilar-pilar bangunan bangsa dan negara yang masih dalam proses pembentukan. Ia berharap banyak pihak pun meneladani Taufiq yang selalu mengedepankan empat pilar negara. (flo/jpnn)

 

Awasi Anggaran Pendidikan, Pemerintah Bakal Bentuk Komite Pendidikan

  • PDF

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bakal membentuk komite pendidikan guna mengawasi penggunaan anggaran pendidikan yang meningkat 20 persen. Rencananya, komite ini bakal diketuai oleh Wakil Presiden.

"Rencananya akan ada semacam komite pendidikan, bukan hanya Bappenas. Nanti ketuanya Wapres, ada menko terkait, Menko Kesra, Sekretarisnya Menteri Pendidikan Nasional, anggotanya ada Menteri Keuangan, Bappenas, dan lain-lain," ujar Kepala Bappenas Armida Alisjahbana saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (19/3/2010).

Selanjutnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL