Sabtu, 18 Agustus 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Kali di Bogor Dikeruk

  • PDF

Pemerintah Kabupaten Bogor akan  mengeruk sejumlah sungai yang menjadi penyebab banjir di sejumlah permukiman penduduk. “Sedimentasi dan tumpukan sampah akan dikeruk,” kata Bupati Bogor Nurhayanti. Proyek pengerukan dan normalisasi ini dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp 3 miliar.

Sungai yang dikeruk dan dinormalisasi antara lain Kali Baru, Kali Cipakancilan, dan Kali Pesanggrahan. “Kali-kali ini kerap membuat masyarakat Bojonggede kebanjiran,” kata Nurhayanti. Ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Dramaga, rata-rata curah hujan di Bogor di atas 50 milimeter. Bahkan di Leuwiliang tergolong ekstrem, yakni 115 milimeter. Akibatnya, air mengalir dan meluap di beberapa sungai. Kondisi ini diperparah sedimentasi dan tumpukan sampah. Akibatnya rumah penduduk terkena banjir.

 

Kabupaten Bogor terbagi menjadi tiga zona rawan bencana. Zona timur meliputi Kecamatan Tanjungsari, Cariu, Jonggol, Babakan Madang, dan Sukamakmur. Zona barat mencakup Kecamatan Pamijahan, Tenjolaya, Sukajaya, Cigudeg, dan Jasinga. Adapun zona selatan terdiri atas Kecamatan Cisarua, Megamendung, Cijeruk, Ciawi, Caringin, serta Cigombong.

Nurhayanti menyatakan,  pemerintah akan menormalisasi 16 situ atau embung. Program normalisasi situ, ia menambahkan, bertujuan menampung air lebih banyak sebelum mengalir ke Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Situ-situ tersebut, yang sebagian besar terletak di Gunung Putri, meliputi Situ Cikaret, Setu Cibinong, serta Setu Citatah.

Pemerintah Kabupaten Bogor akan memasang pipa di sejumlah embung dan membuat 59 unit jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektare. Adapun megaproyek pencegahan banjir, kata dia, meliputi pembuatan Bendungan Sukamahi senilai Rp 36,6 miliar dan bendungan Ciwai sebesar Rp 43,1 miliar, yang dianggarkan dalam APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (Tempo).

Pemerintah Kabupaten Bogor akan  mengeruk sejumlah sungai yang menjadi penyebab banjir di sejumlah permukiman penduduk. “Sedimentasi dan tumpukan sampah akan dikeruk,” kata Bupati Bogor Nurhayanti. Proyek pengerukan dan normalisasi ini dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor serta Anggaran Pendapatan dan Belanda Negara sebesar Rp 3 miliar.

Sungai yang dikeruk dan dinormalisasi antara lain Kali Baru, Kali Cipakancilan, dan Kali Pesanggrahan. “Kali-kali ini kerap membuat masyarakat Bojonggede kebanjiran,” kata Nurhayanti. Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Dramaga, rata-rata curah hujan di Bogor di atas 50 milimeter. Bahkan curah hujan di Leuwiliang tergolong ekstrem, yakni 115 milimeter. Akibatnya, air mengalir dan meluap di beberapa sungai. Kondisi ini diperparah sedimentasi dan tumpukan sampah. Akibatnya rumah penduduk terkena banjir.

Kabupaten Bogor terbagi menjadi tiga zona rawan bencana. Zona timur meliputi Kecamatan Tanjungsari, Cariu, Jonggol, Babakan Madang, dan Sukamakmur. Zona barat mencakup Kecamatan Pamijahan, Tenjolaya, Sukajaya, Cigudeg, dan Jasinga. Adapun zona selatan terdiri atas Kecamatan Cisarua, Megamendung, Cijeruk, Ciawi, Caringin, serta Cigombong.

Nurhayanti menyatakan,  pemerintah akan menormalisasi 16 situ atau embung. Program normalisasi situ untuk menampung air lebih banyak sebelum mengalir ke Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Situ-situ tersebut, sebagian besar  di Gunung Putri, adalah Situ Cikaret, Setu Cibinong, serta Setu Citatah.

Pemerintah Kabupaten Bogor akan memasang pipa di sejumlah embung dan membuat 59 unit jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektare. Adapun megaproyek pencegahan banjir  meliputi pembuatan Bendungan Sukamahi senilai Rp 36,6 miliar dan bendungan Ciwai sebesar Rp 43,1 miliar yang dianggarkan dalam APBN (Tempo).

Tiga Tahun Lagi Becak Hilang dari Jalan Utama Bogor

  • PDF

Bogorkronik.comPemerintah Kota Bogor menetapkan tiga tahun ke depan becak akan lenyap dari jalan utama. Pemerintah akan melarang sedikitnya 1.200 kendaraan kayuh beroda tiga ini  berseliweran di perumahan sampai jalan utama. Walau demikian, kata  Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor, Mulyadi, Pemerintah Kota menyisakan 250 becak untuk  sarana wisata. “Boleh di perumahan dan kawasan wisata,” katanya. Selanjutnya...

Meresmikan Kantor HTI, Bima Dikritik

  • PDF

Bogorkronik.comPeresmian kantor Dewan Pimpinan Daerah Hizbut Tahrir Indonesia oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memunculkan protes dan kontroversi. Kamis kemarin, sejumlah elemen masyarakat Kota Bogor yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat untuk Pancasila menilai Bima Arya telah menyalahgunakan wewenang dan melanggar sumpah jabatan. Musababnya, mereka menganggap Hizbut Tahrir tak mengakui Pancasila ingin mengubah Indonesia menjadi negara khilafah. Selanjutnya...

Tempat Pembuangan Sampah Galuga Masih Bermasalah

  • PDF

Masalah sampah di Bogor akan menjadi persoalan yang rumit. Kemarin im teknis Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor yang mendapat  tugas melakukan evaluasi dan menyelesaikan permasalahan sampah di TPA Galuga belum mendapat solusi yang tapat berkaitan dengan dana kompensasi bagi  warga di tiga desa yang terkena dampak pembuangan sampah. Selanjutnya...

DIJUAL, DIJAMIN PUAS: MOBIL XENIA 2010

  • PDF

DIJUAL CEPAT:  XENIA Plus, Delux, Family tahun 2010. Plat F (Bogor). Sangat terawat, pemakai ibu-ibu. Hitam mengkilat, AC dingin, km baru 65, STNK panjang, sampai September 2016,  dan ban baru ganti. Dijamin tidak rugi. Bonus: jok mobi,  sarung mobil, dan kunci stir.  Harga Rp 120 juta. Jika membutuhkan bisa dibantu pencarian kredit. Hubungi:  0817 809 714 / 0811 847 251

 

 

Izin Pembangunan Tower Hotel Salak Diminta Dibatalkan

  • PDF

Pengadilan memerintahkan IMB pembangunan tower Hotel Salak, Bogor,  dicabut. Kemenangan warga yang melihat kecurangan pembangunan itu. Hal yang bisa diikuti warga yang keberatan dengan pembangunan hotel yang mengganggu lingkungan mereka. Selanjutnya...

Hujan Angin di Bogor Sampai Awal Desember

  • PDF

Cuaca ekstrem akan "menghantui" Bogor sampai awal Desember. Warga harus waspada. Selanjutnya...

Terminal Baranangsiang menjadi Stasiun LRT

  • PDF

Pemerintah Kota Bogor tidak menyerah dalam menghadapi pengembang yang ingin tetap membangun terminal Baranangsiang dengan mengubahnya antara lain dengan fungsi sebagai tempat pembelanjaan. Selanjutnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.