Selasa, 11 Desember 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Kotamadya dan Kabupaten Berdamai Soal Terminal

  • PDF
Share

Wali Kota Bima Arya dan Wakil Bupati Bogor Nurhayanti sepakat untuk “menciptakan” satu terminal bus antarkota untuk menampung moda angkutan yang mengantar penumpang masuk-keluar Bogor.

Kesepakatan tersebut adalah dengan cukup mengoperasikan Terminal Laladon milik Pemda Kabupaten Bogor yang terletak tak jauh dari Terminal Bubulak milik Kota Madya Bogor. Sebelumnya bus dan angkutan dari luar kota Bogor  harus masuk Laladon dan penumpang mesti beralih ke Terminal Bubulak untuk mendapat kendaraan umum yang masuk kota Bogor.

Menurut Bima dengan kesepakatan ini maka akan tercipta efisiensi. Penumpang tak perlu lagi repot dan pengaturan angkutan umum antarkota juga bisa lebih baik. Dengan pengubahan ini,  otomatis akan terjadi perubahan besar-besaran trayek angkutan kota, terutama di dalam kota Bogor.

Terminal Bubulak didirikan 12 tahun lalu saat Bogor dipimpin Wali Kota Bogor H.R. Iswara Natanegara. Pada 2004 Bupati Bogor Agus Utara Effendi membangun terminal di Laladon. Terminal seluas satu hektare itu mengambil  lahan bekas Kantor Perikanan Desa Laladon. Sejak itulah kedua terminal itu seperti bersaing. Kemacetan juga tercipta di sekitar dua terminal tersebut.

Bima menyatakan bekas terminal Bubulak akan dijadikan pusat pertokoan. Direncanakan paling lambat tahun depan penyatuan dua  fungsi terminal itu akan selesai.

Bima sendiri kini dihadapkan pada masalah Terminal Baranangsiang  yang belum selesai. Terminal ini pada masa Wali Kota Diani sudah disetujui untuk dirombak dan antara lain diubah menjadi pusat pertokoan dan mall.  Rencana pengubahan itu memancing demo ratusan sopir bus yang merasa pembangunan itu merugikan mereka. Bima sendiri menyatakan akan mencari jalan ke luar untuk menyelesaikan masalah ini. Menurut sumber Bogor Kronik, Bima tak setuju Terminal  Baranangsiang menjadi wilayah komersial. Hanya masalahnya investor telah mendapat ijin dari wali kota sebelumnya untuk merevitalisasi terminal itu yang kemudian disinergikan dengan kompleks pertokoan dan mal.

Menurut sumber ini, Bima akan meminta sejumlah perubahan pada maket yang dibuat investor dan prinsip pembangunan kembali Terminal Baranangsiang itu harus tak merugikan sopir dan pemilik bus, masyarakat, dan membuat Bogor makin macet. (Sen)