Rabu, 18 Juli 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Rumah Dinas Wali Kota Dikritik

  • PDF
Share

Rumah miliaran rupiah itu dinilai terlalu mahal. Bima Arya dianggap tak peka dengan janjinya. Sebaiknya mencontoh Wali Kota Surabaya, Risma.

 

SEJUMLAH warga Bogor mengeritik pembelian rumah untuk wakil wali kota Bogor terpilih, Usman Harimar. Rumah yang dibeli oleh Bagian Umum Pemerintahan Kota Bogor itu dinilai terlalu mahal Rp 4,7 miliar. “Itu contoh tidak baik, buang-buang anggaran,” kata   Rusbin, warga Bogor yang tinggal di Baranangsiang.

Kemarin terungkap rumah itu dibeli dengan harga mahal untuk menyambut wali kota Bogor terpilih. Usman sendiri memgaku tak tahu dirinya bakal menempati rumah di kompleks itu.

Rumah tersebut terletak di Kompleks Perumahan Vila Indah Padjajaran. Berlantai tiga dengan luas 545 meter persegi, Bagian Umum Pemerintah Kota Bogor juga menambah anggaran Rp 1,2 miliar untuk perabotan dan tambahan lain. Lantai satu terdiri dari ruang tamu, musala, lantai dua enam kamar tidur, dan lantai tiga kamar pembantu.

Kompleks Vila Indah Padjadjaran adalah kompleks perumahan mewah dan letaknya strategis. Hanya tempat  parkir rumah-rumah di sana sangat terbatas. Dibanding rumah dinas wali kota di Jalan Padjadjaran, jelas rumah wakil wali kota ini  lebih mewah. Sebelumnya rumah ini milik Wali Kota Bogor, Eddy Gunardi (1994-1999). Selain membeli rumah, Pemerintah Kota Bogor juga mengganggarkan untuk merenovasi rumah wali kota yang akan ditempati Bimar Arya dengan anggaran  Rp 1, 5 miliar.

Kepala Bagian Aset Kota Bogor, Nuraini, mengaku adanya pembelian asset untuk  calon pemimpin Kota Bogor itu.

Bambang, warga Pacilong yang mengaku memilih Bima, menyatakan kecewa jika Bima Arya membiarkan hal semacam ini terjadi. Bima, ujar Bambang, saat kampanye berjanji akan memakai anggaran untuk kepentingan rakyat. “Mestinya dia mencegah dan berhak untuk menolak renovasi atau pembelian rumah dengan harga yang tinggi itu,” katanya. Menurut dia, para pemimpin kota Bogor itu harus bercermin pada Wali Kota Surabaya, Risma yang menolak menempati rumah mewah, dan memilih rumah yang sederhana.

Menurut Bambang, jika Bima, membiarkan hal semacam ini  terus terjadi, suatu saat ia akan terperangkap,  masuk dalam rejim korupsi dan penyalahgunaan anggaran tanpa pengawasan ketat. “Kalau sudah demikian, ia tak akan bisa melaksanakan komitmennya yang digembor-gemborkan dulu kalau dirinya terpilih jadi wali kota,” katanya. (mis)

intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.