Kamis, 26 April 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Walau Wirya Sudah Meninggal, Polisi Didesak Ungkap Pelakunya

  • PDF
Share

Kepala Litbang PDAM Tirta Pakuan Bogor,  Wirya Wiguna, akhirnya meninggal setelah koma sejak 2 November  lalu. Polisi diminta mengusut tewasnya pria yang gigih mempersoalkan terpilihnya direktur utama PDAM itu.

Wirya Wiguna meninggal Selasa 19 November,  setelah sejak Sabtu, 2 November koma, di rawat di RS Azra, Bogor, dan kemudian dipindahkan ke  RS Pondok Indah, Jakarta. Sejumlah tokoh Bogor meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini karena yakin ini akibat penganiayaan, bukan kecelakaan.

Wirya sebelumnya ditemukan tergetak di perempatan Jalan Pangrango – Padjadjaran  sebelum kemudian dibawa ke RS Azra, Bogor.
Wirya sebelumnya gigih meminta aparat penegak hukum mengusut kasus pemalsuan ijazah palsu Direktur Utama PDAM.  Wirya bukan orang baru di PDAM.  Ia merintis karirnya sebagai karyawan PDAM sebelumnya kemudian antara lain menjabat Kasubag Laboratorium,  Kabag Perawatan, hingga Kabag Litbang sejak  Januari 2009.

Pada 2012  Wirya ikut bertarung dalam pemilihan direktur utama. Ia tak terpilih dan belakangan ia menemukan sejumlah kecurangan dalam proses  pemilihan dirut tersebut, antara lain, ijazah palsu yang dipakai Untung Kurniadi, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan terpilih. Wirya kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan ini dikalahkan Pengadilan pada 16 Mei 2013. Belakangan, pada Juli lalu  ia kemudian, mengajukan gugatan ke pengadilan negeri atas dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan Untung dengan meminta Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya.

Tim Pencari Fakta sudah dibentuk untuk menyelidiki sebab kecelakaan itu. Bersama Indonesia Police Watch, TPF menelusuri lokasi kecelakaan dan mewawancarai sejumlah orang dekat Wirya. Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, diperoleh fakta Wirya Wiguna tidak mengalami kecelakaan biasa, melainkan dianiaya.

Ahli forensik yang juga menjabat Sekjen Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia, dr Ferryal Basbeth, yang memeriksa Wirya di RS Pondok Indah menyimpulkan kepala  Wirya terkena pukulan benda keras di kepalanya sebelah kiri sebelum kemudian jatuh terkapar di aspal.
Kepada wartawan istri Wirya, Vinny Tri Dewi, bercerita, suaminya sebelum meninggal kerap mengaku sering diteror seseorang.

Sejumlah tokoh Bogor meminta kepolisian mengusut kasus tewasnya Wirya. Itu, misalnya, disuarakan  Ketua PPP Kota  Bogor dan juga Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya. “Polisi harus mengusut dan menyelesaikan kasus ini,” kata Bima.

Kepada wartawan Untung Kurniadi menyesalkan opini yang seakan menghubungkan dirinya dengan kecelakaan yang dialami Wirya. Ia meminta polisi memeriksa komunikasi yang dilakukan Wirya sebelum meninggal dan meminta polisi mengusut kasus ini. (Sut)


intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.