Rabu, 18 Juli 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Tiga Narkoba Baru Beredar di Indonesia

  • PDF
Share

Badan Narkotika Nasional menemukan tiga  zat baru yang mengandung narkotika beredar di Indonesia. Hasil itu ditemukan setelah BNN melakukan uji laboratorium selama berpekan-pekan. Sudah masuk Bogor juga.

Menurut Kepala BNN, Komjen (Pol). Anang Iskandar, zat baru yang memiliki kandungan narkotika itu berbentuk lembaran kertas menyerupai LSD (Lysergic Acid Diethylamid). Selama ini narkotika LSD yang beredar di Indonesia sejak berbelas tahun mengandung zat Lisergida.

Tim uji laboratorium BNN, kata Anang, menemukan jenis baru narkotikan berbentuk kertas itu mengandung dua zat berbeda, yakni, 25C-NBOMe, 25BNBOMe, dan 251-NBOMe.  Persenyawaan 25C-NBOMe dan 251-NBOMe, menurut Anang, merupakan turunan dari fenetilamine dan memiliki efek reaksi menenangkan dan jika dipakai berlebihan bisa mengakibatkan pemakainya tak sadarkan diri.

Tim BNN mendapatkan sample 25C-MBOMe dari pengungkapan kasus hasil kerja sama BNN dan Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta pada 8 Desember 2012.  Ada pun sample 251-NBOMe didapat BNN dari laporan masyarakat yang datang ke BNN pada 10 Oktober lalu.
Menurut Anang, sebelumnya, jenis narkotika baru ini juga ditemukan tim Mabes Polri dalam pengungkapan kasus di Perumahan Mahkota Mas, Tangerang. “Lalu tim BNN mengembangkan dan melakukan penelitian untuk memastika zat-zat itu jenis baru yang beredar di Indonesia,” kata Anang.

Sejumlah penyelidik polisi yang bertugas di Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menyatakan zat baru ini makin gencar beredar sejak setahun lalu. “Pemakainya terbatas, karena mahal, dan memang efeknya lebih menakjubkan,” ujarnya. Pemakai, ujarnya, merasa sangat nyaman, sementara penampilannya tetap seperti biasa dan tak mengundang kecurigaan. Harganya mencapai Rp 500 ribu per gram.

Penyelidik ini menyatakan, dari pengalamannya, biasanya, Bogor termasuk wilayah pertama yang juga akan dimasuki para pengedar dan pemakai narkotik jenis baru. “Karena Bogor dekat Jakarta, banyak hotel, dan sebagai tempat yang dinilai pas untuk menyembunyikan diri pelakunya jika mereka  merasa tak aman dan nyaman memakai di Jakarta,” katanya. Ia menunjuk vila didaerah Puncak sebagai tempat yang kerap dipakai pesta narkoba. (Tin)

intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.