Rabu, 17 Oktober 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Ah, Amaroossa

  • PDF
Share

SEBULAN terakhir ini sejumlah budayawan,  komunitas, serta mereka yang menyatakan kepeduliannya pada kota Bogor menyoroti pembangunan Hotel Amaroossa. Hotel yang pembangunannya tengah berlangsung dan terletak hanya selemparan batu dari Kebun Raya Bogor  tersebut dinilai merusak tata kota.


Alasan yang dikemukakan, hotel yang rencananya akan menjadi hotel dengan konsep butik dan konon direncanakan terdiri dari empat belas lantai itu menciderai tata letak Tugu Kujang yang sudah berdiri jauh sebelumnya dan tingginya  hanya sekitar 17 meter. Dari sudut pemandangan, siapa pun tahu tugu yang dipucuknya ada simbol senjata kujang dan disebut sebagai ikon Kota Bogor akan tenggelam. Amaroossa juga akan melengkapi hotel lain yang sudah banyak  di sepanjang Jalan Padjadjaran dan sekaligus head to head dengan Hote Santika yang terletak di depannya dan menyatu dengan Mal Botani.


Sejauh ini Pemerintah Kota Bogor dengan tegas  menyatakan tak ada kesalahan dalam perijinan pembangunan hotel tersebut, termasuk IMB hingga Amdal. Dari sisi sosial politik tak ada pula yang dilanggar. Singkatnya, Pemerintah Bogor menegaskan tak ada yang keliru dalam pembangunan hotel tersebut.


Adu debat soal ini tentu tak akan selesai jika masalahnya soal perijinan. Tapi, jika kita meletakkan pada konsep tata kota, estetika, dan keberpihakan pada rasa mencintai kota Bogor, kita bisa katakan Pemerintah Bogor melakukan kekeliruan.  Justru di sinilah sebenarnya Pemerintah Kota Bogor bisa bertindak cepat: pemberian ijin dengan alasan kawasan itu tidak terlarang dibangun hotel semestinya direvisi. Bukan justru memanfaatkan celah itu untuk menerima investor siapa pun yang masuk Bogor.


Bogor didengung-dengungkan sebagai kota untuk meeting, rapat, wisata dll tidak salah. Pembangunan hotel dan mal memang mendukung kota yang dikonsepkan seperti itu. Tapi pembangunan dengan membabi buta, mengijinkan siapapun untuk mendirikan hotel, mal di jalan atau wilayah yang mestinya dijaga dan untuk kepentingan publik, jelas keliru. Di sinilah Bogor mestinya memiliki wakil rakyat, pejabat pemerintahan, ahli hukum dan ahli tata kota yang  benar-benar bekerja untuk kepentingan publik, kepentingan warga Bogor, bukan investor atau siapa pun yang memberi sejumlah uang agar perijinan itu keluar.


Amaroossa kini terus menyelesaikan pembangunannya.  Jelas tak mudah menghentikan pembangunan hotel yang sudah lengkap perijinannya.  Satu-satunya jalan untuk menghentikan pembangunan hotel itu adalah jika hotel itu melanggar hukum. Baik dalam proses perijinannya atau letak bangunannya yang semestinya memiliki prinsip perimbangan dengan luas lahan hijau.
Jika ada pelanggaran hukum ditemukan dalam pengeluaran ijin itu, misalnya, oleh Kejaksaan Negeri, maka hanya itu  salah satu  cara menghentikan  Amaroossa, hotel yang telah menutup dan menelan pemandangan Gunung Salak jika kita melintasi Tugu Kujang. (Baskoro)



LAST_UPDATED2
intalk.eu - Situs web ini dijual! - intalk Sumber daya dan Informasi.