Rabu, 14 November 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Disdik Katrol Nilai PPDB

  • PDF
Share

Adanya perbedaan nilai akhir siswa -anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Golkar- di sekolah asalnya dengan hasil penerimaan PPDB online SMP di Kota Bogor, ditengarai sengaja dikatrol oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk meluluskan siswa tersebut.

Dari data yang dimiliki Radar Bogor, anak anggota dewan itu merupakan lulusan SDN Sukadamai 3. Hasil ujian akhirnya adalah 280,00. Namun, pada saat PPDB online, nilainya berubah menjadi 281, 500 ketika dinyatakan diterima di SMPN 1 Bogor.

Kepada wartawan, operator PPDB Online SDN Sukadamai 3, Atid mengatakan pada proses input nilai PPDB online, database nilai siswa diambil langsung oleh Disdik Provinsi Jawa Barat. "Jadi, sekolah itu pada proses PPDB online tidak menginput nilai. Tetapio langsung diinput Disdik. Sekolah hanya login data sekolah, mendaftarkab dan membantu pilihan siswa ke SMP yang dituju," kata pegawai Tata Usaha SDN 3 Sukadamai tersebut.

Terkait perubahan nilai siswa anak anggota dewan dari 280,00 menjadi 281,50 dia mengaku tak paham masalah itu. Kapasitas sekolah selama PPDB online hanya sebatas mendaftarkan, tidak untuk menginput nilai. "Daftar kumulatif (diakui) NEM atau nilai ujian siswa dikeluarkan kepala dinas, bukan kepsek. Sekolah tidak tahu dakul NEM siswa," paparnya.

Untuk proses PPDB online, tegas Atid, sekolah tidak bisa mengubah nilai siswa. Sebab dalam aplikasi PPDB online, semuanya terkunci. Kalaupun bisa masuk ke aplikasinya, hanya memasukkan data sekolah dan mengganti jenis kelamin siswa jika ada yang salah. "Yang jelas yang mengoreksi nilai siswa ini bukan sekolah, tapi Disdik," tukasnya.

Senada, Guru Kelas 6 SDN Sukadamai 3, Dadang, mengatakabn bahwa yang berhak mengoreksi nilai siswa adalah Disdik Kota Bogor. Sekolah tidak berhak.

"Saya enggak tahu anak siapa itu dan bapaknya siapa," katanya saat disodori data tersebut.

Dadang menjelaskan, ketika dilakukan daftar ulang siswa ke SMPN1 Kota Bogor, yang mendaftar ulang adalah orangtua siswa. "Kami serahkan sepenuhnya kepada orangtua siswa tersebut," tandasnya.

Terpisah Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Apendi Irsyad menyebutkan dirinya tetap dengan pendapat Wali Kota Bima Arya yang dulu. Adanya perbedaan nilai antara Disdik Provinsi dan Disdik Kota Bogor pada PPDB online tahun ini harus ditelusuri.

Menurutnya Kepala Disdik Kota Bogor, Edgar Suratman harus menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi.

Sebelumnya Edgar menjelaskan bahwa nilai siswa dipertanggungjawabkan dari surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN). Penyebab naiknya nilai anak anggota Dewan bisa saja terjadi karena ada koreksi pada nilai tersebut. Dia membantah jika anak anggota dewan tersebut merupakan siswa titipan. (disarikan dari Radar Bogor, 26 Agustus 2015)