Selasa, 13 November 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

52 SD Akan Dimerger

  • PDF
Share

Tahun depan sebanyak 52 SD di Bogor akan dimerger. Dimulai dari SD di pinggiran.

Pemerintah Kota Bogor akan memergerkan puluhan sekolah dasar yang selama ini dinilai tidak efektif. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman, langkah itu diambil karena, dari hasil penelitian banyaknya sekolah itu membuat banyak hal tidak efisien. Dalam satu kecamatan misalnya terdapat lebih dari tiga SD. Banyaknya sekolah itu pada akhirnya juga menimbulkan kompetisi tidak sehat antar mereka. "Ini semua demi meningkatkan mutu pendidikan anak-anak SD di Bogor," kata Edgar.

Dia menekankan SD itu tidak dihapus, tapi dimerger. Ia memberi contoh SDN Kawung Luwuk yang berjumlah empat dan akan dimerger menjadi  satu sekolah saja.

Menurut Edgar ada sebanyak 52 SD yang akan dirampingkan, digabung. Penggabungan itu sekaligus akan memecahkan masalah kekurangan guru yang selama ini dikeluhkan sekolah tersebut. "Sekarang yang lebih banyak guru honorer," katanya.

Rencananya, penggabungan sekolah akan dimulai dari SD-SD di pinggir kota Bogor yang tidak hanya terkadangn muridnya sedikit, juga bangunannya tak memenuhi syarat.

Jika itu selesai, maka selanjutnya SD-SD di dalam kota juga dimerger. "Merger akan dimulai tahun 2015," katanya.

Sejumlah kepala sekolah yang dihubungi Bogorkronik meminta rencana itu benar-benar diperhitungkan matang-matang sehingga tidak mengganggu karir mereka dan guru SD yang sudah ada. "Kalau demi peningkatan kualitas kami mendukung," kata seorang kepala SD di pinggiran utara Bogor. (gor)