Jumat, 23 Agustus 2019

Restoran

Pasang Iklan di Kereta Commuterline dan Busway

Selasa, 01 Januari 2019

article thumbnail   KAMI spesialis pemasangan iklan di kereta Commuterline dan busway/bustransjakarta. Dengan jumlah penumpang kereta 900 ribu setiap hari, iklan dan promosi Anda akan sampai ke sasaran. Kami...
Selanjutnya

Artikel lainnya

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Rabu akan dijadikan Hari "Rebo Nyunda"

  • PDF
Share

Pemerintah Bogor akan mewajibkan PNS-nya berbahasa dan berbusana Sunda setiap Rabu. Disambut gembira.

Pemerintah Kota Bogor akan mengeluarkan aturan "Rebo Nyunda," yakni setiap hari Rabu seluruh pegawai negeri sipil di Kota Bogor wajib berbahasa Sunda.

Selain berbahasa Sunda, mereka juga diwajibkan untuk memakai baju tradisional Jawa Barat yang disebut "baju kampret."

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, "Rebo Nyunda" itu akan diberlakukan mulai tanggal 5 November mendatang. "Ini demi melestarikan budaya kita," katanya. Menurut dia, warga Sunda yang tinggal di bumi tatar  Sunda harus bisa berhasa Sunda dan menggunakan pakaian adat Sunda, minimal sepekan sekali.

Kendati akan segera diberlakukan, Shahlan belum memberi kepastian apakah ada sanksi atau jenis sanksi apa yang akan dijatuhkan untuk mereka yang melanggar aturan itu. Ia hanya menekankan, sebagai warga Sunda sudah selayaknya warga Sunda itu yang menjaga dan melestarikan bahasa Sunda.

Banyak PNS kota Bogor yang ternyata belum tahu soal akan adanya aturan ini. "Wah saya baru dengar, tapi senang juga kalau ada aturan ini," ujar  Elis, guru bahasa Sunda di sebuah SD di Bogor Tengah. Ia mengharap adanya kewajiban itu membuat murid-murid sekolah juga bisa berbahasa Sunda. Elis mengakui, kendati banyak murid-muridnya kelahiran Bogor dan bahkan orangtuanya, orang Sunda, mereka tak bisa berbahasa Sunda. "Mudah-mudahan aturan ini bisa membantu mereka minimal memahami bahasa Sunda," katanya.

Heru, pegawai Dinas Pekerjaan Umum juga menyambut baik aturan ini. Ia mengaku kendati bukan orang Sunda, sebenarnya dia ingin bisa berbahasa Sunda. "Tapi teman-teman kantor lebih banyak memakai bahasa Indonesia, bahkan Jakarta, lu gua-lua gua," katanya sembari tertawa.

Ia mengaku tak keberatan jika harus memakai baju kampret. "Tapi harapan saya, yang penting etika dan pelayanan sebagai PNS yang paling utama," katanya. "Kalau pakai baju kampret keluyuran ke mall di jam kerja, kan benar-benar malu-maluin."