Selasa, 11 Desember 2018

Restoran

Gadget

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Hadir di Indonesia

Senin, 26 Februari 2018

article thumbnail "Sudah bisa pre order di Indonesia malam ini tepat Pukul 00.00 WIB di situs www.galaxylaunchpack.com," ujar Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam...
Selanjutnya..

Notch Remover, Penghilang Lekuk pada Layar iPhone X

Rabu, 15 November 2017

article thumbnail Aplikasi tersebut berfungsi secara efektif menghilangkan notch (lekuk) pada iPhone X dengan menambahkan bilah hitam ke bagian atas gambar, yang dapat Anda setel sebagai wallpaper dari menu...
Selanjutnya..

Artikel lainnya
Baner

Duel yang Tewaskan Siswa SMA Budi Mulia Tidak Boleh Terjadi Lagi.

  • PDF
Share

Para orangtua dan tokoh pendidikan Kota Bogor meminta Dinas Pendidikan Bogor memeriksa dan mengawasi dua sekolah yang muridnya melakukan duel yang kemudian dikenal dengan istilah “duel gladiator” itu.

 

Permintaan ini diserukan setelah kepolisian mengungkap kembali kematian murid kelas I SMA Budi Mulia, Hilarius Christian yang tewas saat duel dengan siswa SMA Mardi Yuana di Lapangan Palulupuh Januari 2016 tahun lalu. Senin, 25 September kemarin, polisi melakukan reka ulang setelah menangkap empat  tersangka yang diduga terlibat kasus ini. Lima pelajar, diantaranya sudah lulus, dijadikan tersangka.

Dari rekonstruksi di lapangan Hilarius sesak  nafas setelah duel dan tewas aaat dibawa dengan sepeda motor ke rumah sakit. Kapolres Bogor, Komisaris Besar Ulung Sampurna, yang melihat rekonstruksi tersebut, menyatakan rekonstruksi  untuk melihat bagaimana peristiwa “bom-boman” itu terjadi dan sesuai apa tidak dengan pengakuan para tersangka. Mereka antara lain:  TB, BV, HK, MS.  Satu lain, FR masih buron.

“Dinas tidak boleh membiarkan kasus ini, dan Dinas terhitung lambat bereaksi,” kata Numa Yunita, warga Bogor yang menyesalkan lambatnya kasus ini diungkap.

Kasus ini baru diselidiki setelah Ibu Hilariun mengadu ke Presiden Joko Widodo.

Duel gladiator sudah menjadi tradisi kedua sekolah untuk saling menyorongkan jagoannya berkelahi. Korbannya adalah anak-anak kelas 1 yang baru masuk.

Pekan lalu Wali Kota Bima Arya dan Kepala Dinas Pendidikan, Farudin, mendatangi SMA Budi Mulia dan diterima para pengurus sekolah tersebut. Bima meminta sekolah mengawasi tradisi yang membahayakan murid-murid sekolah.

Kamiran, seorang warga Bogor lain, meminta  Wali Kota Bogor benar-benar memperhatikan tradisi tawuran yang terjadi di Bogor antar sejumlah sekolah. “Bima harus bisa mengkordinasikan  sejumlah lembaga yang bisa menghentikan aksi yang meresahkang  masyarakat,” katanya.

 

Sejumlah sekolah di Bogor dikenal kerap melakukan tawuran, antara lain, SMK Tridarma yang berlokasi di daerah Kebonpedes. Tawuran itu  antara lain terjadi di Jalan Baru hingga Kedunghalang. Di situlah, menurut Kamiran, polisi harusnya selalu berjaga saat anak-anak pulang sekolah. (Kim)